Bagi kebanyakan masyarakat, belalang dianggap sebagai hewan liar dan hama tanaman. Tetapi di beberapa daerah, hewan ini masih dimanfaatkan menjadi sumber pangan yang kaya nutrisi. Di Wilayah Gunung Kidul Yogyakarta misalnya, serangga ini masih dipertahankan sebagai makanan camilan atau pun lauk-pauk. Belalang dimanfaatkan oleh warga setempat dengan cara digoreng. Penduduk Gunung Kidul mengonsumsi belalang sebagai bahan pangan alternatif. Pangan alternatif seperti belalang telah terbukti mampu mencegah penduduk dari kerawanan pangan dan gizi. Secara ilmiah kandungan gizi dalam belalang goreng memang tak bisa dianggap enteng. Belalang goreng ternyata tidak kalah bergizi dibandingkan sumber protein lainya seperti daging sapi. Seperti diungkapkan pakar ilmu gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Profesor Ahmad Sulaiman, belalang merupakan hewan yang memiliki beragam jenis kandungan nutrisi penting seperti, protein, vitamin, asam lemak esensial dan mineral. "Kalau pada belalang yang masih segar, kandungan proteinnya sekitar 20 persen, tetapi pada yang kering sekitar 40 persen. Belum kulitnya yang juga mengandung zat kitosan seperti udang. Tetapi tergantung jenis belalangnya, pada musim-musim tertentu ada jenis belang yang kandungan vitaminnya lebih tinggi. Belalang juga dapat memenuhi 25 hingga 30 persen kebutuhan vitamin A," ungkap Ahmad di sela-sela kegiatan Nutritalk Jelajah Gizi Sari Husada di Gunung Kidul, Yogyakarta, Jumat (2/11/2012) lalu. Belalang, lanjut Ahmad, saat ini masih dijadikan sumber pangan alternatif, terutama pada masyarakat di sejumlah daerah yang mengalami kesulitan sumber makanan. Bahkan di beberapa negara, belalang sebenarnya sudah dijadikan makanan pokok. "Sudah banyak penelitian ilimiah yang membuktikan manfaat belalang. Di negara lain bahkan ada yang menjadikannya sebagai makanan pokok. Di Indonesia pun, di zaman kita susah belalang pernah menjadi makanan utama. Tetapi kini sudah banyak ditinggalkan karena ada beragan sumber protein lainnya," papar pakar dari Department of Community Nutrition, Facultas Ekologi dan Manusia IPB itu.
Nutrisi belalang Masyarakat, lanjut Ahmad, sebenarnya dapat memanfaatkan belalang untuk membantu memenuhi kecukupan protein, zat yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan dan pertumbuhan. Selain kadar proteinnya tinggi, dalam belalang terkandung beragam jenis mineral seperti kalsium, magnesium, potassium, sodium, fosfor, zat besi, zinc, mangan dan tembaga. Sedangkan kandungan vitaminnya beragam mulai dari vitamin A, B, B1, B2, B6, E dan C, asam folat hingga berbagai jenis asam lemak. "Protein ini sangat penting untuk pertumbuhan. Bila tubuh kekurangan protein, penyerapan dan fungsi zat gizi lain di dalam tubuh tidak optimal. Misalnya seseorang yang kurang vitamin A dianjurkan makan banyak sayuran. Tetapi makan sayuran tidak akan optimal kalau tubuh kurang protein karena penyerapan itu butuh lemak dan protein pengikat retinol," papar Ahmad yang juag Guru Besar Keamanan Pangan dan Gizi IPB itu. Pemanfaatan belalang, kata Ahmad memang belum digali secara maksimal di Indonesia. Ia menyarankan, belalang dapat diolah menjadi bahan pangan atau bentuk makanan lainnya yang lebih menarik dan dapat lebih diterima masyarakat. "Mungkin dapat diolah menjadi tepung atau makanan seperti nugget, bakso atau burger. Kalau sudah diolah tentu akan berbeda dan dapat lebih diterima ," ujarnya.
https://lifestyle.kompas.com/read/2012/11/06/06393161/Jangan.Sepelekan.Kandungan.Gizi.Belalang
Minggu, 17 November 2019
Mengenal Belalang Goreng
Mengenal Belalang Goreng
Mendengar kata Gunungkidul, maka bayangan kita pasti akan tertuju pada sebuah kabupetan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yang gersang, tandus, dan sering kekurangan air. Memang tak bisa dipungkiri bahwa wilayah Gunungkidul sebagian besar terdiri dari perbukitan karst. Ketika musim kemarau tiba, daerah ini terkesan bagaikan gurun. Panas, gersang, pepohonan jati yang banyak tumbuh di ladang meranggas, dan tanah merekah di mana-mana. Namun, di balik semua itu, wilayah ini menyimpan sumber pangan yang mengandung protein tinggi, yaitu belalang kayu.
Bagi sebagian orang, belalang atau dalam bahasa Jawa disebut walang dianggap sebagai serangga untuk pakan burung atau hama yang sering merugikan petani. Tetapi di Gunungkidul, belalang kayu (Valanga nigricornis) ini menjadi primadona bagi warganya, baik sebagai penikmat maupun para pencari rejeki. Selain kaya gizi, belalang kayu merupakan sumber pendapatan yang dapat menambah pemasukan. Menurut penuturan seorang pemburu belalang Gunungkidul, Wardiono, ia lebih memilih bekerja sebagai pemburu belalang daripada menjadi buruh bangunan karena penghasilannya tidak jauh beda. Dalam sehari ia dapat meraup keuntungan berkisar antara 30 – 40 ribu rupiah.
Pada musim penghujan, belalang kayu ini banyak ditemui di pohon ketela, dan jagung. Cara menangkapnya cukup mudah yaitu dilakukan pada malam hari dengan menggunakan tangan langsung dengan bantuan alat penerang. Cara ini biasa disebut dengan istilah nyuluh. Namun, pada musim kemarau, masyarakat harus menangkapnya di siang hari dengan menggunakan galah yang diberi jaring atau lem tikus dengan campuran kapas karena belalang tersebut hinggap dan mencari makan di pucuk-pucuk daun jati dan akasia yang tumbuh di sekitar lahan pertanian.
Pada sore hari belalang hasil tangkapan warga banyak dijajakan di sejumlah ruas jalan di Gunungkidul, seperti jurusan Gading-Wonosari, Wonosari-Ponjong, Wonosari-Semanu, dan Paliyan-Trowono. Tentu saja belalang yang dijajakan di sini masih mentah dan masih hidup. Namun, bagi para pengunjung yang ingin menikmati langsung makanan khas Gunung Kidul ini tidak perlu khawatir karena sudah banyak rumah-rumah makan yang menyediakan menu belalang goreng yang sudah diolah dengan bumbu khusus sehingga rasanya menjadi lezat dan gurih. Cara pengolahannya cukup sederhana, yaitu belalang dibersihkan dari sayap, suthang (kaki bagian belakang), dan kotorannya. Setelah itu, belalang dicuci hingga bersih dan kemudian direndam selama 15 menit dengan bumbu-bumbu khusus. Setelah itu, barulah belalang bisa digoreng.
Belalang goreng ini ternyata tidak hanya digemari oleh masyarakat Gunungkidul, tetapi juga masyarakat dari berbagai daerah seperti Magelang, Semarang, dan Solo yang pernah berkunjung ke Gunungkidul. Tingginya minat masyarakat mengonsumsi belalang goreng juga terlihat dari banyaknya pesanan dari luar pulau Jawa seperti dari daerah Pulau Sumatera. Pesanan yang datang pun tidak tanggung-tanggung karena bisa mencapai beribu-beribu ekor. Belalang goreng juga sering dijadikan oleh-oleh masyarakat perantau Gunungkidul saat kembali ke daerah perantauan. Sebut saja Manthos, seorang penyanyi campursari terkenal asal Gunungkidul, yang setiap ke Jakarta pasti membawa oleh-oleh belalang goreng untuk tetangga, handai taulan, dan sahabat-sahabatnya. Alhasil, saat ini banyak orang diberbagai daerah mengenal belalang goreng kuliner khas Gunung Kidul.
Untuk mendapatkan belalang goreng, Anda tidak perlu repot-repot lagi datang ke Gunungkidul. Karena belalang goreng bisa Anda dapatkan di website belalanggoreng.com. Dimanapun Anda berada, kami siap mengirimkan paketan belalang goreng sesuai pesanan Anda dari Kota Jogja. Kami menyediakan kemasan toples dan plastik. Ada 3 pilihan rasa, yaitu belalang goreng gurih, belalang goreng bacem dan belalang goreng pedas.
Mengapa ganja ilegal
Pro-Kontra Legalitas Ganja di Indonesia

Seluruh peperangan wacana terus terjadi, berharap bahwa salah satu pandangan pun menang dan diamini oleh mereka yang sempat berada dalam kerangka pikir lawan. Seperti halnya perdebatan antara pro dan kontra terhadap ganja, sebuah diskursus yang masih terus berjalan dan tentunya guna mencapai sebuah tujuan: ganja legal untuk kebutuhan tertentu.
Di Indonesia, ganja merupakan salah satu tanaman yang digolongkan sebagai narkotika golongan I, bersama dengan zat seperti heroin, kristal meth atau sabu. Pada dekade kisaran 1960an, ganja akhirnya dicap ilegal oleh pemerintah. Namun, walaupun terlarang, ganja nyatanya merupakan zat terlarang yang digunakan oleh sekitar dua juta pengguna pada tahun 2014.
Aturan hukum terkait ganja seimbang dengan aksi pelanggaraan hukum terkait heroin, terlepas dari berbagai argumentasi bahwa ganja tidak berbahaya.
Pemakaian ganja memang mampu membawa dampak baik untuk kesehatan. Namun, sayangnya, pandangan masih kerap lebih banyak menyoroti dampak buruk yang terjadi bila seseorang menikmati ganja. Dampak itu adalah:
- Risiko kanker paru-paru, kanker kulit, kanker lambung, kanker otak, kanker hati, kanker getah bening.
- Hilang semangat untuk melakukan aktivitas dan cenderung merasa bosan.
- Menurunnya kemampuan otak untuk mengingat dan berpikir
- Hasrat seks menurun.
- Produksi sperma berkurang bagi pria dan siklus haid tidak teratur bagi perempuan
- Gangguan kejiwaan.
- Rusaknya sistem kekebalan tubuh.
- Gangguan pernafasan.
- Gangguan reproduksi, seperti kanker rahim, kanker serviks, kanker prostat, kanker, ovarium, impotensi, dan gangguan kehamilan.
- Gangguan pencernaan, seperti: radang usus, radang hati, radang ginjal, gagal ginjal, dan hepatitis.
- Semakin cepatnya detak jantung yang terkadang sulit untuk dikontrol.
- Mata memerah.
Efek di atas kemudian menjadi salah satu acuan untuk memperkuat posisi ganja sebagai salah satu zat yang tergolong destruktif bagi para konsumennya. Lagi-lagi, ganja tetap bertahan dalam posisi narkotika golongan 1.
Masyarakat yang paham akan manfaat ganja pun tak tinggal diam.

Adalah Lingkar Ganja Nusantara (LGN), sebuah komunitas yang terus bergerak dalam advokasi ganja, berusaha untuk membuat hukum di Indonesia untuk perlahan melegalkan ganja untuk kebutuhan medis. Dalam gerakannya, LGN mengklaim untuk tidak mengajak masyarakat untuk memiliki, menanam, memelihara, nemiliki, menyimpan, dan menggunakan ganja untuk alasan apapun yang tidak dibenarkan pemerintah.
LGN pun sempat mengadakan sebuah long march, memberanikan diri turun ke jalan dan menyuarakan legalisasi ganja pada Mei 2016. Dalam longmarch yang disebut sebagai Global Marijuana March, para aktivis ganja menyampaikan tuntutan dan dorongan terhadap pemerintah untuk mulai memandang sisi baik yang ditawarkan oleh ganja.
Namun, advokasi tidak hanya dilakukan dengan banyak bicara saja, namun juga dengan diskusi dengan para stakeholder.
Tanpa mengurangi hormat terhadap proses hukum, seluruh kegiatan advokasi ganja dilakukan dengan dialog berkelanjutan dengan pihak BNN. dialog ini terus dijalankan dengan terus membawa narasi bahwa ganja sesungguhnya baik untuk kesehatan --dalam takaran tertentu yang sesuai.
Berdasarkan penelitian US National Library of Medicine, ganja memang memiliki efek positif, utamanya untuk meredakan rasa sakit pada otot, bahkan mampu perlahan menyembuhkan penyakit tulang punggung yang kronis. Argumentasi ini kemudian berkembang, melihat bahwa ternyata ganja memiliki berbagai efek positif seperti:
- Menghambat penyakit alzheimer yang menyerang otak
- Sebagai obat penenang yang menghilangkan kecemasan
- Menghentikan serangan epilepsi
- Menyembuhkan penyakit kanker
- Penghilang sakit nyeri.
- Meningkatkan kapasitas paru-paru
- Sebagai obat penyakit glukoma
- Menurunkan gejala multiple sclerosis.
- Mengatasi mual
- Mengatasi tremor dan meningkatkan kemampuan motorik pada penderita parkinson.
Upaya advokasi ini dimulai dan telah dirancang dengan baik pada 2014 silam. LGN bertemu dengan BNN dan Kementerian Kesehatan RI untuk mulai mengadvokasi proses riset terhadap ganja di Indonesia untuk pertama kalinya. Riset ini nantinya akan menjadi salah satu bahan rujukan untuk pertimbangan revisi terhadap UU no 35 tahun 2009 yang kerap menyandung mereka yang menggunakan ganja untuk kebutuhan penelitian dan kesehatan.
Namun, sayangnya, hingga kini perdebatan ini seakan tak berpihak pada pihak yang setuju dengan legalisasi ganja medis. Salah satunya adalah kasus Fidelis Ari di Singgau, Kalimanatan Barat, yang akhirnya ditangkap karena menanam ganja --walau ia pun menanamnya untuk kebutuhan kesehatan istrinya saat masih hidup.
Sungguh, perdebatan pro dan kontra terhadap legalisasi ganja di Indonesia memang terus meruncing dan sulit terlihat ujungnya
Lantas, bagaimana pendapat anda? Setuju atau tidakkah dengan legalisasi ganja di Indonesia?
https://kumparan.com/maria-duhita/pro-dan-kontra-ganja-di-indonesia
https://kumparan.com/maria-duhita/pro-dan-kontra-ganja-di-indonesia
Mengenal ganja lebih dekat
Ganja identik dengan teler. Itulah yang ada di benak orang kita. Padahal setelah dikais-kais, ganja punya banyak manfaat. Mulai jadi penyedap rasa, penahan longsor, hingga jadi bahan bakar.
Kita melihat bahwa kualitas ganja Indonesia terbaik di dunia. Karena itu kita ingin membuktikan, kalau di luar negeri ganja itu bisa dimanfaatkan secara positif, bagaimana dengan di Indonesia sendiri.
Kita kaji dari semua disiplin. Kita akan melihat dari negara-negara lain yang telah memanfaatkan ganja dalam bentuk positif. Kita cocokkan dengan negara kita.
Beberapa negara yang telah memanfaatkan ganja secara positif bisa meningkatkan devisa negara. Ganja bisa dimanfaatkan untuk industri baik untuk bumbu masak bahkan untuk bahan bakar. Mulai dari daun ganja, ranting ganja, akar ganja semua bisa dimanfaatkan secara positif.
Akarnya tembus sangat dalam. Sehingga bisa menahan longsor. Bukit yang miring bisa tertahan dengan akarnya.
Ganja memiliki dampak positif bagi kesehatan. Itu sebabnya ganja masih bisa digunakan untuk kepentingan medis di sejumlah negara atau negara bagian yang belum lakukan legalisasi ganja.
Lebih dari 200 penyakit bisa diatasi dengan terapi ganja. Di antaranya dalah insomnia, gagap, dan premenstrual syndrome (PMS).
Tumbuhan ganja sangat mudah untuk ditanam. Ganja juga dapat menyuburkan tanaman. Ganja tidak memerlukan pestisida karena telah mempunyai kemampuan untuk menolak hama.
Lembaga National Cancer Institute mengatakan ganja bisa digunakan untuk mengatasi efek samping dari kemoterapi, mencegah nausea (mual) dan muntah, meningkatkan nafsu makan, mengurangi rasa sakit, dan meningkatkan kualitas tidur.
Bussiness Insider pun menyebut manfaat lain ganja bagi kesehatan. Di antaranya adalah mencegah kebutaan akibat glukoma, mengendalikan penyakit epilepsi, dan mengurangi rasa cemas berlebihan. Adapun zat kimia cannabidiol di ganja dianggap bisa mencegah penyebaran kanker, dan zat aktif THC bisa mengurangi dampak penyakit Alzheimer.
Efek yang dihasilkan pada kesehatan masyarakat tergantung seberapa sering menggunakan ganja. Faktor lain yang patut dipertimbangkan untuk jadi variabel penelitian adalah penggunaan yang dilakukan secara bersamaan dengan alkohol (yang berpotensi meningkatkan kerusakan), potensi obat-obatan terlarang lain, dan jumlah remaja yang menggunakan.
Jadi sebenarnya kegunaannya positifnya sangat banyak, yang penting jangan sampe menyalahin aturan untuk pemakaiannya.
Tapi tetap, Pemerintah harus membuat undang-undangnya untuk melegalisirkan ganja secara teliti biar tetep ada batasan maksimal penggunaannya, dan dengan umur diatas 21 tahun.
https://www.kaskus.co.id/thread/51c803da1bcb173712000000/dampak-positif-dari-ganja/
Kita melihat bahwa kualitas ganja Indonesia terbaik di dunia. Karena itu kita ingin membuktikan, kalau di luar negeri ganja itu bisa dimanfaatkan secara positif, bagaimana dengan di Indonesia sendiri.
Kita kaji dari semua disiplin. Kita akan melihat dari negara-negara lain yang telah memanfaatkan ganja dalam bentuk positif. Kita cocokkan dengan negara kita.
Beberapa negara yang telah memanfaatkan ganja secara positif bisa meningkatkan devisa negara. Ganja bisa dimanfaatkan untuk industri baik untuk bumbu masak bahkan untuk bahan bakar. Mulai dari daun ganja, ranting ganja, akar ganja semua bisa dimanfaatkan secara positif.
Akarnya tembus sangat dalam. Sehingga bisa menahan longsor. Bukit yang miring bisa tertahan dengan akarnya.
Ganja memiliki dampak positif bagi kesehatan. Itu sebabnya ganja masih bisa digunakan untuk kepentingan medis di sejumlah negara atau negara bagian yang belum lakukan legalisasi ganja.
Lebih dari 200 penyakit bisa diatasi dengan terapi ganja. Di antaranya dalah insomnia, gagap, dan premenstrual syndrome (PMS).
Tumbuhan ganja sangat mudah untuk ditanam. Ganja juga dapat menyuburkan tanaman. Ganja tidak memerlukan pestisida karena telah mempunyai kemampuan untuk menolak hama.
Lembaga National Cancer Institute mengatakan ganja bisa digunakan untuk mengatasi efek samping dari kemoterapi, mencegah nausea (mual) dan muntah, meningkatkan nafsu makan, mengurangi rasa sakit, dan meningkatkan kualitas tidur.
Bussiness Insider pun menyebut manfaat lain ganja bagi kesehatan. Di antaranya adalah mencegah kebutaan akibat glukoma, mengendalikan penyakit epilepsi, dan mengurangi rasa cemas berlebihan. Adapun zat kimia cannabidiol di ganja dianggap bisa mencegah penyebaran kanker, dan zat aktif THC bisa mengurangi dampak penyakit Alzheimer.
Efek yang dihasilkan pada kesehatan masyarakat tergantung seberapa sering menggunakan ganja. Faktor lain yang patut dipertimbangkan untuk jadi variabel penelitian adalah penggunaan yang dilakukan secara bersamaan dengan alkohol (yang berpotensi meningkatkan kerusakan), potensi obat-obatan terlarang lain, dan jumlah remaja yang menggunakan.
Jadi sebenarnya kegunaannya positifnya sangat banyak, yang penting jangan sampe menyalahin aturan untuk pemakaiannya.
Tapi tetap, Pemerintah harus membuat undang-undangnya untuk melegalisirkan ganja secara teliti biar tetep ada batasan maksimal penggunaannya, dan dengan umur diatas 21 tahun.
https://www.kaskus.co.id/thread/51c803da1bcb173712000000/dampak-positif-dari-ganja/
MANFAAT YANG KITA DAPAT KETIKA MENGKONSUMSI DAUN GANJA
Sekilas tentang ganja

Senyawa cannabinoid sebenarnya diproduksi juga oleh tubuh secara alami untuk membantu mengatur konsentrasi, gerak tubuh, nafsu makan, rasa sakit, hingga sensasi pada indra. Namun pada ganja, sebagian senyawa ini sangatlah kuat dan bisa menyebabkan berbagai efek kesehatan serius jika disalahgunakan.
Ganja atau yang juga disebut dengan cimeng ini biasanya digunakan dengan cara dibakar seperti rokok. Tak hanya daunnya, bunga, biji, dan batangnya juga kerap digunakan sebagai bahan untuk merokok.
Selain itu, ganja juga banyak dicampur ke dalam makanan, mulai dari brownies, cookies, gulai, diseduh sebagai teh, atau dihirup dengan vaporizer.
Manfaat ganja dalam dunia medis

Saat diberikan mariyuana, pasien yang memiliki sakit kronis mengalami perbaikan kondisi dari sebelumnya. Kemudian pasien dengan multiple sclerosis juga mengalami lebih sedikit kejang otot dibanding sebelumnya. Bahkan, pasien dengan peradangan usus parah mulai bisa makan lagi.
Penelitian Sulak ini cukup kuat dan menambahkan sejarah panjang manfaat ganja yang dapat digunakan sebagai obat terapeutik. Namun masalahnya, karena tergolong barang ilegal, sulit untuk dilakukan penelitian lebih lanjut tentang efektivitas ganja dalam dunia medis.
https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/manfaat-ganja-secara-medis/
Mengenal Makanan Jawa Timuran Lebih Dekat
BEBERAPA MAKANAN KHAS JAWA TIMUR :
Rujak Cingur

Seperti namanya, bahan utama dalam menu ini adalah cingur yang merupakan bagian dari mulut sapi. Meskipun secara umum terlihat aneh dan tidak biasa, namun saat merasakannya Anda pasti akan ketagihan. Hal ini dikarenakan cingur yang awalnya cukup kenyal diolah sedemikian rupa sehingga menjadi lebih lunak.
Pecel Lele

Pecel lele dibuat dengan bahan baku ikan lele yang sudah dibersihkan dan digoreng. Nah, uniknya pecel lele dari Lamongan ini digoreng dengan cukup kering sehingga daging lele akan lebih renyah dari sebelumnya. Selain itu, pecel lele disajikan dengan sambal matang atau pun mentah dan ditambah beberapa lalapan seperti mentimun dan kemangi.
Nah, makanan khas Jawa Timur ini biasanya lebih banyak ditemukan di malam hari sebagai salah satu menu makan malam istimewa, khas dan terjangkau. Hanya, di beberapa tempat, terutama pusat keramaian, menu ini juga cukup banyak disajikan di siang hari.
Sambal Wader

Nah, bahan utama dari makanan khas Jawa Timur ini adalah ikan wader. Wader merupakan ikan air tawar berukuran kecil yang sangat mudah dijumpai di sungai-sungai yang mengalir. Ikan ini memang sengaja diambil saat ukuran tubuhnya masih beberapa sentimeter saja.
Kemudian, ikan digoreng kering dan disajikan dengan sambal pedas khas Jawa Timur yang mantap. Paduan rasa gurih dan pedas lumer di lidah yang membuat Anda pasti akan ketagihan. Menu makanan khas ini sangat cocok untuk disantap saat makan siang bersama dengan keluarga Anda. https://moondoggiesmusic.com/makanan-khas-jawa-timur/
Senin, 04 November 2019
Menu Menu makanan sehat
Beragam Pilihan Makanan Sehat
Makanan sehat umumnya mencakup berbagai nutrisi dalam jumlah yang memadai, termasuk vitamin dan mineral. Sayuran hijau menempati urutan pertama dalam jenis makanan sehat karena kandungan nutrisi yang lengkap. Di antara jenis sayuran hijau, ada berbagai pilihan yang baik untuk dikonsumsi, seperti sawi hijau, brokoli, dan bayam dengan kandungan serat yang tinggi.
Selain sayur, buah juga sangat penting dikonsumsi karena mengandung banyak vitamin. Dari sekian banyak buah, beberapa buah yang populer dan kaya akan nutrisi, di antaranya adalah:
Langganan:
Postingan (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.
Cari Blog Ini
Sauce Salad Roll
Resep Sauce Kacang Salad Roll Saus kacang: 3 sdm selai kacang tawar 2 siung bawang putih, cincang halus 1 sdm minyak zaitun 5 sdm saus H...
